Minggu, 13 Januari 2013

Di saat Aku Tua



Disaat Daku Tua….

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
Membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang
Terus menerus ucapan yang membosankan mu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus
Sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,
Hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatlah dimasa kecilmu,
Bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru
Dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab
Setiap ” mengapa ” yang engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaimana dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki
Untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal
Yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku
Untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua,
Janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku,
Bagaikan daku terhadapmu
Disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
Kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu,
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

Sabtu, 01 Desember 2012

Sisi Lain







20 Dec 2008

Kita Satu

Written by Bobby "One Way"
Vocal : Bobby & Vita
Album : "Jatuh Cinta" - Choosen One

Kaulah satu
Tulang dari tulangku
Yang kuimpikan selama hidupku
Tuk bersanding denganmu
Penuh asa lewati suatu masa
Berdua kita t'lah jalan bersama
Satu ikatan cinta, indah terasa
Lewat kasih mulia
Dia yang kuasa
Kini kita satu dalam
Menempuh hidup baru
Hatiku hatimu penuh kasih memadu
Kini kita satu dalam meraih indah cinta itu
Dan selamanya kita satu
Yang t'lah Dia satukan
Takkan terpisahkan
Kau dan aku akan berdua selamanya

Rupa-rupa Kehidupan






MENGHAYAL

Aku bermimpi ingin merubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, ku dapati bahwa dunia tak kunjung berubah.
Maka cita-cita itu pun agak ku persempit, lalu ku putuskan untuk hanya mengubah negriku.
Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasilnya.
Ketika usiaku semakin senja.
Dengan semangatku yang masih tersisa, ku putuskan untuk mengubah keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku.
Tapi celakanya, mereka pun tak mau diubah!
Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba ku sadari:
"Andai yang pertama-tama kuubah adalah diriku, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku, lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku; kemudian siapa tahu aku bahkan bisa mengubah dunia!"

(terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M)